Baru aja baca di Kompas.com kisahnya Agustinus Wibowo yang sedang menjalankan misi keliling dunia melalui jalur darat, bagi anda yg suka petualangan simak kisahnya berseri sekarang sampai seri 89. apa hubungannya???
Sekarang Agus di india, di ceritanya nomor 89 ini dia bercerita kenapa pernikahan di india sering melalui perjodohan. Secara India ini lebih rumit, ada Kasta, derajat dsbnya. Di Jawa pun dulunya pernikahan dengan “perjodohan” dan pernikahan di lakukan dalam usia belia, belasan tahun. coba tanya Kakek anda, Beliau menikah muda dan biasnya mempunyai banyak anak. Beda dengan sekarang, banyak Kawin muda alias MBA alias Married By Accident. Kenap begini kenapa begitu?
Fitrahnya laki-laki dan perempuan sudah ditentukan, rasa kasih dan sayang, bahkan sejak bayipun suah ada kecenderungan tertarik dengan lawan jenis. — jadi ingat pas wisuda dulu, anaknya temen sekelas Abd Bari yg kebetulan Cewek, diam klo di gendong Mas-mas dan nangis digendong rekan2 putri
.
So apa jadinya kalau hati sudah terpaut dan keman-mana berdua alias pacaran..? ya memang sebagian kecil mampu menjaga, sebagian besar dilepaskan dan sebagian lagi kebablasan. Ada yg membantah?
.. ah ndak, aku cuma pegang tangannya doang kok..,
…Kami cuma mojok berdua kok,
…kami cuma petting kok..
…kami cuma… dan cuma.. akhirnya jadi cuma-cuma =)) alias gratisan
Oke balik ke kisah petualangan Agus Wibowo, ini cuplikannya..
Apa bagusnya pernikahan macam ini? Saya teringat waktu di Pakistan dulu, di mana adat pernikahan jodoh-jodohan ala India ini juga berlaku, seorang pria Muslim mengajukan argumennya.
“Arranged marriage lebih bagus karena pasangan tidak mengobral janji gombal selama pacaran. Lihatlah orang-orang yang bercinta itu, mulut mereka penuh rayu dan janji. Dan alangkah kecewanya setelah pernikahan melihat janji-janji itu kosong melompong, dan kemudian mereka bercerai. Sedangkan dengan pernikahan perjodohan, baik si pria maupun si wanita tidak pernah mengumbar janji. Cinta, juga muncul dari kebiasaan, pelan-pelan tumbuh ketika mereka hidup bersama.”
Adik perempuan Ram menambahkan, “Orang tua selalu memikirkan yang terbaik buat anak-anaknya. Dan kami percaya sepenuhnya bahwa pilihan orang tua adalah selalu yang terbaik.”
Baginya, menerima perjodohan orang tua bukan hanya kewajiban, tetapi adalah jalan paling sempurna menuju ke masa depan.
Ada dua hal penting dari cuplikan diatas..
Pertama, Orang tua memikirkan yg terbaik bagi anaknya, dan Anak Percaya bahwa pilihan orang tuanya adalah yang terbaik.Perjodohan menjadi baik bila orang tua bener-benar tulus ingin memberikan yg terbaik bagi anaknya, bukan karena materi, derajat, pangkat dan hal2 berbau materi lainnya. Dan Anak, karena didorong rasa berbakti pada orang tua dan mengerti bahwa Alloh menyukai anak yg berbakti dia menuruti dengan ikhlas dan yakin, ya IsnyaAlloh barakah. Apalagi jodohnya OK punya
..
BUkan kayak sinetron sekarang
Kedua, perjodohan bukan berarti kewajiban.. kalau memang dilihat perjodohan itu dilandasi hal lain (perlancar bisnis dsbnya..)bukan karena ingin yg terbaik dan barakah.. apalagi udah punya calon sendiri yg lebih baik, bisa kan di tolak dengan halus dengan memberikan pengertian yg baik pada orang tua.
dan.. jangan menunda-nunda menikah, dan juga jangan kesusu.. dan jangan bingung =)) muleg ya
Dulu saya sering bertanya kepada teman atau orang yg baru menikah ataupun sudah menikah, gimana kok bisa yakin dengan calonnya? gimana kok bisa yakin untuk memasuki jenjang pernikahan?
dari sekian banyak jawaban.. ada satu yg menurutku jawaban terbaik, dari seorang Ustadz muda di Jogja
Menikah itu fitrah manusia.. Kita tahu kapan waktunya makan, kapan waktunya tidur..
Jadi.. pada saatnya anda akan tahu ^_^v semoga bisa nangkap
, jadi lebih kepada niat dan rasa bukan nafsu.
Oh ya satu lagi.. ini dari sudut pandang seorang ibu,
ketika berkunjung ke rumah salah seorang teman, Kami berbincang-bincang dan menyinggung tentang siap atau tidak untuk menikah, beliau berkata.. Lha kalau ditanya bilangnya siap tapi pas ditanya lagi masih mencla-mencle.. jawabnya masih pake mmmm… dan bahasa tubuhnya menunjukkan masih bingung apalagi cengar-cengir.
Kalo jawabnya teges dan langsung kayak sekarang ya ibu baru yakin..
iya gak Dho?
he..he..

















sampeyan di tari rabi ta mas? enak tenannnnnn
konconebudi´s last blog post..Laporan Workshop SEO 2009 di Markas CAN